Susah sekali untuk membaca pikirannya
Bahkan ketika jarak diantara kita hanyalah mata dengan mata
Meskipun begitu, aku tahu aku adalah untuknya
Bahkan ketika Ia mengatakan kebohongan
Aku tahu untuk apa Ia berbuat begitu
Betapa bodohnya aku pada saat itu
Pada saat matanya masih menyatakan ketulusan
Pada saat kata-katanya adalah benar
Aku malah bermain-main
Aku bermain lompat tali dengan dua orang lainnya
Permainan itu sangat menyenangkan
Permainan itu sangat kunikmati
Bahkan ketika aku tersandung beberapa kali
Aku tidak lelah memainkannya
Hingga aku lupa pada bumi yang berevolusi
Dan pada akhirnya aku terlelap
Aku terlelap bersama dengan air lautan yang biru
Biru yang dipancarkan oleh sinar dalam kegelapan yang mulai menjauhi bumi
Aku menemukan daratan kembali
Dan kembali menemukannya lagi
Aku menemukannya tepat di depan jendela jiwaku
Ia sudah menjadi cermin harapanku
Ia sudah menjadi cermin hidupku
Ia bahkan menjadi cermin masa depanku
Yang tidak kuketahui, Ia telah menjadi cermin di tengah hamparan kristal putih
Ia pecah berkeping-keping sehingga ku tak bisa melihatnya lagi
Apakah perlu berakhir seperti ini?
Kurasa ini semua dapat kembali seperti sedia kala
Tetapi apakah aku bisa membuatnya murni seperti sedia kala?
Layaknya besi yang mulai memunculkan warna
Dan dari mata ke mata
Aku tahu ini semua sudah berakhir
Tanpa alasan
All rights reserved :p love yaa! Please share and give comments ;D
No comments:
Post a Comment